Khawatir Varises

Varises ditandai oleh pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang sering tampak berkelok-kelok dan seperti teranyam di jaringan bawah kulit. Varises bisa terjadi pada vena-vena di daerah lambung, tungkai dan di beberapa organ tubuh yang lain. Tulisan kali ini akan membahas tentang varises pada vena tungkai bawah yang selanjutnya akan ditulis varises saja, permasalahan dan penanganannya.

Secara medis, varises dianggap tidak terlalu penting dan jarang memerlukan penanganan. Ini disebabkan karena varises terjadi pada hampir sepertiga orang dewasa dan hanya sedikit yang menimbulkan masalah yang serius. Akan tetapi, secara kosmetik keadaan ini cukup mengganggu dan bisa mengurangi rasa percaya diri. Apalagi beberapa survei telah membuktikan bahwa keindahan kaki adalah salah satu yang menjadi perhatian lawan jenis. Kejadian varises cenderung meningkat seriring usia dan pada saat kehamilan. Beberapa sumber menyebutkan kemungkinan adanya peranan faktor keturunan atau keluarga.

Pada kebanyakan orang juga sering ditemukan telangiectasis, yaitu vena kecil berwarna biru kegelapan seperti vena yang pecah atau laba laba kecil. Keadaan ini tidak sama dengan varises meskipun sering terjadi bersamaan dengan varises. Ini hanya menggangu secara kosmetik dan tidak mengakibatkan gangguan secara medis.

Selain masalah kosmetik, varises ditandai oleh beberapa keluhan. Yang paling sering adalah perasaan tidak nyaman pada tungkai seperti agak gatal, terasa berat dan pegal. Keluhan ini biasanya bertambah berat setelah berdiri lama, berjalan dan pada akhir aktivitas atau sore hari. Keluhan ini bisa dikurangi dengan mengangkat tungkai bawah atau menggunakan stocking khusus saat beraktifitas. Pada pasien yang gemuk, penurunan berat badan juga sering membantu mengurangi gejala.

Pada keadaan yang lebih berat, varises bisa ditandai oleh pembengkakan pada tungkai bawah. Peradangan vena (phlebitis) yang melewati lutut dapat menimbulkan penyumbatan vena yang letaknya lebih di dalam (deep vein thrombosis) dan bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Untuk mengobati peradangan tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik, karena penyebabnya bukanlah infeksi kuman. Pengobatan biasanya terbatas pada penggunaan anti radang dan penghilang rasa nyeri. Pada kasus yang berat gejala bisa disertai perdarahan, perubahan kulit dan ulkus atau luka akibat tekanan vena yang tinggi. Pengobatannya bisa berupa operasi secara konvensional, menggunakan laser dan sclerotherapy. Metode yang terakhir biasanya lebih efektif untuk varises yang lebih kecil. Sclerotherapy biasanya dikerjakan melalui penyuntikan sclerosant ke daerah vena untuk mengurangi varises disertai dengan penekanan, pembebatan atau penggunaan pakaian yang ketat. Beberapa penelitian menunjukkan kekambuhan varises yang sering terjadi setelah lima tahun pengobatan dengan metode ini.

Mengenali jenis pekerjaan anda, apakah melibatkan aktivitas dengan berdiri yang lama merupakan pencegahan yang cukup efektif. Tips kesehatan secara umum yang bisa mecegah terjadinya varises dan memberatnya varises yang sudah ada adalah dengan menjaga berat badan ideal, olahraga yang teratur, menghindari konstipasi (membiasakan buang air besar tiap pagi dan teratur mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan), dan meghindari pemakain sepatu dengan hak tinggi.
Semoga bermanfaat dan tetap sehat di tempat kerja.

Referensi:
1. Campbell B, Varicose veins and their management. BMJ 2006;333;287-292
2. Chengelis DL, Bendick PJ, Glover JL, Brown OW, Ranval TJ. Progression of superficial venous thrombosis to deep vein thrombosis. J Vasc Surg 1996;24:745-9.
3. The Australasian College of Phlebology. Varicose veins. [cited: 9 November 2007] Available from: http://www.phlebology.com.au/forms/selmenu.aspx?selmenu=5
Sumber gambar: Campbell, 2006.

 

sumber lain: http://adywirawan.blogspot.com/2007/11/khawatir-dengan-varises.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: