Jangan Sepelekan Varises

Varises ternyata lebih suka menyerang wanita. Mau tahu sebabnya? Bukan karena wanita itu indah dan cantik. Tetapi, wanita memiliki kulit yang lebih lunak. Belum lagi, gangguan hormonal pun lebih tinggi terutama saat wanita mengalami pubertas dan kehamilan.

Varises sendiri merupakan kelainan pada pembuluh darah balik (vena), di mana terjadi penurunan atau hilangnya elastisitas dinding vena, vena yang berkelok-kelok, dan kerusakan katub.

Menurut Dr Hilman Ibrahim SpBV dari FKUI/RSCM, hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab utama varises. Namun, faktor predisposisinya adalah karena faktor keturunan keluarga, obesitas (kegemukan), tekanan darah abdominal, obat-obatan, dan terlalu lama berdiri. Gejala klinis yang biasa ditimbulkan, yakni rasa nyeri, kejang, berat di betis, kram, dan tromboflebitis (panas dan nyeri).

“Rasa pegal dan berat di betis itu tetap terjadi meski kita sedang beristirahat dan pada tingkat paling berat, timbulnya inflamasi kronis (daerah mata kaki), seperti hiperpigmentasi (statis dermatitis) dan ulkus (koreng). Bahkan untuk wanita hamil dapat menimbulkan pendarahan,” ujarnya kepada pdpersi.co.id, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Berbahaya bagi Proses Persalinan

Banyak orang kurang menghiraukan varises. Padahal, tahukah anda, pada masa kehamilan, penyakit ini bisa menjadi lebih serius. Pasalnya, varises ternyata berbahaya bagi proses persalinan.

Menurut Dr Lucky Savitry WK SpOG dari RS MH Thamrin International Salemba, sirkulasi darah pada ibu hamil lebih banyak dibanding masa tidak hamil. “Tak heran jika perubahan pada pembuluh darah terlihat semakin jelas menjelang akhir kehamilan,” tuturnya kepada pdpersi.co.id.

Ditambahkannya, banyak orang mengira, pembesaran rahim yang menekan pembuluh-pembuluh darah besar di depan dan di samping tulang punggung, menyebabkan darah vena (darah balik) yang kembali dari bagian bawah ke jantung menjadi kurang lancar. Sehingga terjadi bendungan dalam pembuluh-pembuluh balik di tungkai, di bawah kulit, di vulva, vagina, atau di dubur dengan akibat melebarnya pembuluh-pembuluh balik itu.

Namun kenyataannya, lanjut Dr Lucky, varises sudah dapat timbul di usia kehamilan muda bahkan banyak wanita mengetahui dirinya hamil, dari melihat jelasnya gambaran vena di daerah tertentu atau timbulnya varises, sebelum haidnya terlambat.

“Karena itu, sebenarnya melebarnya pembuluh-pembuluh balik itu dianggap sebagai reaksi sistem vena terutama dindingnya, terhadap perubahan hormonal dalam kehamilan di mana otot polos dinding pembuluh darah melemah,” tuturnya menjelaskan.

Umumnya, kata Dr Lucky, keluhan yang ditimbulkan akibat varises bagi wanita hamil, berupa gangguan kosmetik, gatal-gatal, pegal, dan nyeri di dubur. Tetapi setelah bayi keluar, keluhan-keluhan ini biasanya akan hilang atau berkurang. Meski demikian, bila tidak melakukan pencegahan, varises akan muncul kembali, apalagi makin tua, elastisitas dinding vena makin berkurang.

Sedangkan bahayanya dalam kehamilan dan persalinan, baik di vulva, vagina, maupun ditungkai, adalah kemungkinan pecahnya pembuluh darah.

sumber:http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=668&tbl=biaswanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: