Jamur Pengusir Vertigo

‘Menjelang Hari Kartini order rias kecantikan biasanya bertambah,’ kata Tan Giok Sien dengan wajah sumringah. Itu berarti pundi-pundi rupiahnya akan bertambah seiring melonjaknya jumlah pelanggan. Namun, dua tahun silam, bertambahnya pelanggan justru mendatangkan musibah bagi Tan. Ketahanannya terkuras, membuat kepala sering sakit tak terperi.

Semula Tan Giok Sien menduga gangguan di kepala hanyalah sakit biasa. ‘Bila kambuh, saya biasanya langsung tidur. Sakit kepala pun hilang,’ katanya. Namun, lama-kelamaan sakit kepalanya itu kian menjadi-jadi. ‘Apalagi bila sedang datang bulan. Kepala saya sakit sekali,’ kata ibu yang berprofesi perias kecantikan itu.

Suatu ketika, salah seorang pelanggan minta dirias karena akan menghadiri sebuah pesta. Menurut hitung-hitungan Tan Giok Sien, pada tanggal itu ia sedang datang bulan. Karena khawatir sakit kepalanya kambuh saat merias, ia pun berencana mengajak asisten.

Dugaan Tan benar. Pada hari yang dijadwalkan, sakit kepala itu datang mendera. Baru saja bangkit dari tempat tidur, ia terhuyung-huyung hingga tubuhnya ambruk di pembaringan. ‘Seisi kamar terlihat berputar-putar. Saya seperti kehilangan keseimbangan,’ katanya. Ketika itu, ia hanya mengutus asistennya untuk melayani pelanggan.

Mual dan muntahKejadian itu bukan sekali saja terjadi. Oleh sebab itu, sang suami membawanya ke dokter umum di daerah Jelambar, Jakarta Barat. Namun, hasil pemeriksaan dokter: sakit kepalanya itu hanyalah sakit kepala biasa. Sang dokter pun hanya memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit.

Obat yang diberikan dokter itu memang terbukti manjur. Setelah dikonsumsi, sakit kepala pun mereda. Ternyata, hilangnya rasa sakit itu hanya sekejap. Bila lelah mendera, sakit kepala itu kembali kambuh. Tan pun kembali memeriksakan diri ke dokter. Namun, lagi-lagi dokter berkesimpulan sama: sakit kepala biasa.

Tak berapa lama kemudian, sakit kepala itu menyerang begitu hebat. Tak tahan menahan nyeri, Tan mengikat kepalanya dengan selendang. ‘Perut saya juga mual hingga muntah-muntah. Pandangan mata pun seperti berbayang,’ kata ibu 2 anak itu. Khawatir kondisi istrinya bakal memburuk, suaminya, Kho Koen Liep, segera memboyong Tan ke unit gawat darurat RS Graha Medika, di Kebonjeruk, Jakarta Barat.

Untuk memastikan penyebab sakit kepala, dokter memindai kepala perempuan 49 tahun itu dengan CT-scan. Yang mengherankan, dokter tak juga menemukan biang penyakit. ‘Kondisi kepala saya normal,’ kata Tan. Dokter menduga, Tan Giok Sien menderita vertigo.

VertigoMenurut dr Satya Hanura SpS, dokter spesialis saraf RS Jakarta, vertigo disebabkan terganggunya keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh dikendalikan otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di area labirin atau rumah siput di telinga. Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan.

Kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat pula menjadi penyebab. Beberapa jenis obat seperti kina, streptomycin, dan salisilat, disinyalir dapat menyebabkan radang kronis telinga dalam sehingga menimbulkan vertigo. Vertigo juga dapat disebabkan infeksi virus yang menyerang labirin seperti influenza. Penyebab lain, bakteri yang menginfeksi rumah siput di telinga. Sayang, Tan Giok Sien tak hafal betul penyebab vertigo yang dideritanya. ‘Toh pola makan saya sehat kok. Saya suka sekali mengkonsumsi sayuran,’ katanya.

Pasien vertigo seringkali merasa benda-benda di sekitarnya seperti berputar-putar dan bergerak. Akibatnya pasien sulit berdiri atau berjalan. Para penderita juga sering mual-mual dan muntah. Pandangan mata pasien berbayang-bayang, tidak fokus. Untuk mengobatinya, dokter menyarankan agar Tan Giok Sien dirawat inap. Namun, ia tak ingat jenis obat yang diberikan dokter selama dirawat.

FisioterapiTak terasa enam hari sudah Tan Giok Sien dirawat inap. Saat memeriksa ke bagian pembayaran, ia terperanjat ketika mengetahui jumlah tagihan rawat inap mencapai Rp13-juta. ‘Mahal sekali untuk sekadar penyakit sakit kepala,’ katanya. Karena tak ingin membebani keluarga, ia pun meminta izin agar berobat jalan.

Dokter akhirnya mengizinkan. Namun, untuk berjaga-jaga, dokter menyarankan agar ia juga menjalani fisioterapi bila sakit kepala kambuh. Terapi itu berupa pijatan di bagian tengkuk dan kepala bagian belakang. Tan mengikuti saran dokter. Setiap kali sakit kepala kambuh, ia menjalani terapi.

Namun, sakit kepala itu tak juga sirna. Setahun silam, salah seorang rekan suaminya memperkenalkan Tan pada Hartono Chong, herbalis di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Keesokan harinya ia menyambangi klinik Prima Usada, tempat Hartono berpraktek, untuk memeriksakan diri.

Hartono menduga sakit kepala itu karena peredaran darah di kepala kurang lancar akibat pengentalan darah. Darah yang terlalu kental menyebabkan kadar oksigen dalam darah sangat minim sehingga mengganggu fungsi otak dan hilangnya keseimbangan tubuh. Gangguan itu sering disertai rasa sakit.

Untuk melancarkan peredaran darah, Hartono menyarankan agar Tan mengkonsumsi serbuk lingzhi. Menurutnya, jamur yang melegenda dalam dunia pengobatan tradisional Cina itu berefek mengencerkan darah sehingga peredarannya menjadi lancar. Pada saat itulah darah lebih mudah melarutkan oksigen. Tan mengkonsumsi serbuk reishi-sebutan lingzhi di Jepang-berdosis 2 sendok makan yang diseduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, air seduhan reishi itu disaring lalu diminum 3 kali sehari.

Dokter Sidi Aritjahya, dokter umum sekaligus herbalis di Yogyakarta, menuturkan, lingzhi dapat merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru alias neovaskularisasi. Semakin bertambah jumlah pembuluh darah baru, semakin banyak pula oksigen yang diangkut ke jaringan otak sehingga kadar oksigen di dalam darah kembali normal.

Tiga bulan mengkonsumsi lingzhi, kondisi tubuh Tan Giok Sien mulai membaik. Sakit kepala yang tadinya menyerang hampir setiap bulan, frekuensinya mulai berkurang. ‘Sekarang sakit kepala itu tak pernah kambuh,’ katanya. Fisioterapi yang rutin dilakukan ketika kambuh pun akhirnya dihentikan. Sang pengganggu pun benar-benar sirna. (Imam Wiguna)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: