VCO virgin coconut oil, benarkah menyembuhkan

BENARKAH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAPAT MENYEMBUHKAN
BERAGAM PENYAKIT ?
Setelah isu buah merah mencuat sebagai buah
“dewa” yang mampu mengobati beragam penyakit. Kini
masyarakat kembali dihebohkan dengan virgin coconut
oil (VCO). Minyak kelapa murni yang dipercaya mampu
mengobati aneka penyakit. Seberapa jauh manfaat VCO
bagi kesehatan? Apakah benar memiliki kemampuan
menyembuhkan penyakit tertentu? Dokter Kita
mengulasnya secara berimbang berdasarkan wawancarai
langsung dr. Zainal Gani. Seorang peneliti VCO yang
sudah menguji cobakan minyak ini terhadap
pasien-pasiennya.
Minyak kelapa sebenarnya bukan produk baru bagi
masyarakat kita. Semenjak dahulu masyarakat sudah
terbiasa mengkonsumsi minyak ini, baik untuk memasak
maupun ramuan obat tradisional. Setelah popularitasnya
menurun karena pengaruh pemberitaan media barat, kini
riset para ahli membuktikan, minyak kelapa baik untuk
kesehatan. Bukan sebagai minyak goreng, tetapi virgin
coconut oil (VCO) yang diduga berkhasiat menyembuhkan
berbagai penyakit.
Pamor minyak kelapa, sempat meredup karena
propaganda media barat yang memberitakan beragam
kekurangan minyak kelapa dibandingkan minyak kelapa
sawit, minyak sayur atau minyak jagung. Minyak
tersebut diklaim lebih baik karena tidak mengandung
asam lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan.
Menurut mereka minyak kelapa berbahaya jika dikonsumsi
berlebihan karena mengandung asam lemak jenuh. Kini
anggapan minyak kelapa yang dituding sebagai penyebab
penyakit jantung tumbang dengan sendirinya.
Di Amerika, masyarakatnya banyak mengkonsumsi
minyak sayur, namun demikian kasus penyakit jantung
tetap tinggi. Berbeda dengan sebuah temuan riset, Dr.
Weston A.Price, Dokter dan ahli gizi asal Amerika.
Hasil penelitianya menunjukan, penduduk pulau Pukapuka
di Selandia Baru kasus penyakit jantung sangat rendah.
Padahal masyarakat setempat konsumsi lemak yang
berasal dari minyak kelapa lebih tinggi dari standar
ketentuan American Heart Asociation, yaitu 60% dari
total kalori yang dikonsumsi. Buktinya masyarakat
setempat lebih sehat dan kasus terjadinya penyakit
jantung sangat rendah.
Apa Itu VCO ?
Virgin coconut oil (VCO) adalah minyak nabati
yang dibuat dari buah kelapa (Cocos nucifera L).
Proses pembuatanya dimulai dari pemilihan buah kelapa,
kelapa tua segar adalah bahan baku terbaik. Kupas
kulit arinya yang berwarna kecoklatan. Parut dan peras
menggunakan mesin pemeras santan (coco milk expeller)
atau dengan tangan secara manual. Perasan santan
kental kemudian dimasak dengan suhu dibawah 60oC.
Tanpa proses pemutihan dan hidrogenasi. Proses
pemanasan santan akan menghasilkan endapan yang berupa
air, belondo atau protein kelapa berupa endapan dan
lapisan minyak murni berwarna bening pada lapisan
paling atas. Hasil minyak tidak mempunyai rasa, dan
beraroma khas kelapa. Minyak inilah yang dikenal
dengan sebutan minyak perawan atau VCO.
Proses pembuatan VCO juga bisa dilakukan dengan
proses dingin tanpa pemanasan. Langkah pertama memeras
santan menggunakan air kelapa, proses berikutnya
menambahkan enzim poligalakturonase, protease atau
pektinase. Enzim ini bisa diperoleh dari getah pepaya
(papain), buah nanas (ananase) atau kepiting sungai
atau yuyu. Selain enzim, fermentasi juga bisa
dilakukan dengan menabahkan starter khamir
Saccharomyces cereviseae atau ragi roti. Fermentasikan
dalam suhu 30oC – 35oC selama 12 jam. Diamkan selama
satu malam, paginya tinggal memisahkan blondo dengan
minyak kelapa murni.
VCO mengandung asam laurat yang tinggi. Asam
laurat merupakan asam lemak jenuh berantai medium atau
medium chain fatty acid (MCFA). Asam lemak ini sangat
mudah diserap oleh tubuh, tidak ditimbun dulu sebagai
lemak seperti asam lemak berantai panjang. Beberapa
riset penelitian ilmiah menemukan beragam manfaat VCO
bagi kesehatan dan pengobatan penyakit. VCO diyakini
mampu mengatasi beragam ganguan kesehatan, seperti
penyakit saluran pencernaan, degeneratif,
antioksidan, bahkan anti virus HIV. Menurut standar
internasional, VCO baru akan berkhasiat jika di dalam
minyak kelapa murni ini mengandung minimal 25% asam
laurat.

Kandungan Nutrisi dan Asam Lemak VCO/100 g
Energi 3.760 kal
Protein 0
Karbohidrat 0
Gula 0
Lemak 100 g
Lemak jenuh 92,1 g
Medium chain fatty acids (MCFA)
Asam kaprilat 8 g
Asam kaprat 10 g
Asam laurat 48 g
Asam Miristat 17 g
Long chain fatty acids (LCFA)
Asam palmitat 9 g
Asam stearat 2 g
Polyunsaturated 2,1 g
Sumber: Muray Price, Ph.D.

Melumpuhkan Virus HIV
Sebenarnya khasiat VCO dalam menanggulangi
penyakit yang disebabkan oleh virus sudah lama
diteliti. Seperti penelitian Dr Condrado Dayrit asal
Filipina, hasil penelitiannya membuktikan, asam laurik
dan asam kaprik yang terkandung di dalam VCO mampu
mematikan Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV)
penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Di
dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin
sedangkan asam kaprat berubah menjadi monokaprin.
Senyawa ini termasuk senyawa monogliserida yang
bersifat antivirus, antibakteri, antibiotik dan
antiprotozoa. Monokaprin ini yang digunakan suplemen
bermerek Capricidin untuk memerangi virus HIV.

Mengontrol Diabetes
Menurut penuturan dr. Zainal Gani, dokter
penderita diabetes yang juga penulis buku Bebas Segala
Penyakit dengan VCO, telah merasakan sendiri manfaat
mengkonsumsi VCO. Untuk menguji kebenaran tenatang
manfaat VCO, dia melakukan percobaan terhadap dirinya.
Kandungan gula darah dalam dirinya turun dari 265
menjadi 165 ml/dl dalam kurun waktu semalam. Dosis
yang diminum adalah 30 cc sebanyak 3 kali sehari.
Kepada pasiennya dr. Zainal menganjurkan untuk
mengkonsumsi VCO dengan dosis 30 cc sekali minum ( 3
kali sehari). Hasilnya kandungan gula darah penderita
diabetes menurun secara signifikan. VCO memang minyak
yang unik, dia bisa diserap oleh tubuh namun tidak
memperkerjakan enzim atau hormon insulin. Saat
pembentukan energi dari MCFA, glukosa ikut terbakar
tanpa tanpa bantuan insulin. Hasilnya, tubuh akan
berenergi tanpa gula darah menjadi turun.
Mengurangi Risiko Kanker
Hasil Survei Departemen Kesehatan, kematian
akibat kanker meningkat setiap tahunnya dan
diperkirakan ada 100 penderita kanker setiap 100.000
jumlah penduduk. Fakta yang sungguh mencengangkan.
Selain lemahnya sistem kekebalan tubuh, salah
satu pemicu kanker adalah penggunaan minyak sayur yang
mudah rusak oleh pemanasan dalam suhu tinggi. Minyak
yang sudah mengalami hidrogenasi ini akan memproduksi
radikal bebas dan menekan sistem kekebalan tubuh.
Akibatnya tubuh rentan serangan kanker. Menurut
dr Zainal, untuk mengurangi risiko kanker akibat
konsumsi minyak sayur, ganti sebagian penggunaan
minyak dengan VCO. Zat antimikrobial yang terkandung
dalam Medium chain fatty acids (MCFA) membantu sel
darah putih memberantas bakteri penyebab penyakit.
Dengan berkurangnya bakteri dalam tubuh, sel darah
putih lebih efekif dalam membersihkan racun dan sel
kanker.
Asam lemak rantai medium dalam VCO juga
mengandung antikarsinogenik yang dapat berfungsi
seperti antioksidan. Antikarsinogenik dalam VCO juga
mampu mencegah dan memerangi agen-agen karsinogenik
pemicu timbulnya sel kanker.
Mencegah Kerusakan Gigi
Jika Anda punya masalah dengan gigi, dr. Zainal
juga menyarankan untuk mengkonsumsi VCO. Menurut
beliau, di dalam tubuh, MCFA VCO mempermudah
penyerapan mineral seperti Mg dan Ca, mineral penting
yang berperan dalam pembentukan dan perawatan gigi.
Asam Lemak VCO di dalam tubuh akan diubah menjadi
antimikrobial. Antimikrobial inilah yang akan
memerangi bakteri penyebab masalah gusi dan gigi
berlubang (Carries dentis). Budi Sutomo

Box Pakar:
Prof.Dr.Ir. Made Astawan, MS.
Pakar Gizi IPB

“Baru Sebatas Bahan Pangan Fungsional”
Kepada Dokter Kita, Prof, Dr.Ir. Made Astawan,
MS. ahli gizi IPB menjelaskan, konsumsi VCO
dikalangan mayarakat dan peredaran VCO yang semakin
mudah diperoleh perlu diwaspadai. Sejauh ini
penelitian manfaat VCO terhadap pengobatan penyakit
baru penelitian awal dan belum diuji klinis.
Manfaatnya baru sebatas meningkatkan stamina tubuh,
mirip suplemen pangan fungsional dan belum
dikategorikan sebagai obat. Klaim produsen yang
menyatakan VCO bisa menyembuhkan beragam penyakit
sebenarnya menyesatkan. Apalagi untuk penderita
penyakit tertentu, seperti diabetes sebaiknya
berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi VCO
dan penggunaanya sebaiknya dibatasi. (BS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: