Hidangan Ayam Bebas Flu Burung

//Penyakit flu burung semakin banyak memakan korban.
Masyarakat cenderung enggan mengonsumsi daging ayam.
Padahal daging ayam merupakan sumber protein hewani
yang relatif murah dan mudah didapat dibandingkan
dengan sumber protein hewani lain, seperti daging sapi
atau kambing. Seperti protein hewani lainnya,
kandungan protein daging ayam sangat baik untuk
anak-anak di masa petumbuhan dan perkembangan otak.
Jangan panik, kenali virusnya, cara penularan dan
pencegahannya, serta mengolah daging ayam untuk pangan
sehari-hari secara benar, maka Anda dapat terhindar
dari wabah virus mematikan ini.//

Virus flu burung (Avian Influenza) sebenarnya penyakit
hewan unggas, seperti ayam, burung, bebek dan kalkun.
Virus ini sudah ditemukan di Italia sejak tahun 1918,
namun baru pada tahun 1950 Avian Influenza mulai
menyerang manusia. Seperti tipe virus H5N1. Jenis ini
sangat mudah bermutasi pada manusia dan bersifat
patogen yaitu dapat menimbulkan penyakit. Mengolah
daging unggas secara benar adalah salah satu cara
mencegah penularan.

Kiat mengolah daging ayam agar terbebas flu burung
Pemberitaan media tentang flu burung berimbas pada
menurunnya konsumsi daging ayam di masyarakat. Sangat
disayangkan, mengingat daging ayam merupakan sumber
protein hewani yang baik. Dilihat dari teksturnya,
daging ayam mempunyai tekstur empuk atau tidak terlalu
liat, sehingga saluran pencernaan bekerja tidak
seberat seperti mengonsumsi daging kambing atau sapi.
Daging ayam cocok dikonsumsi bagi anak-anak, lansia
maupun pasien yang sedang sakit. Komposisi zat gizi
daging ayam juga cukup baik, terutama kandungan
protein, energi, dan kalsiumnya (Menurut siapa?
Menurut budi karena bisa dilihat di daftar analisis
bahan makanan terbitan UI press karangan Oey Kam Nio.
Kandungan zat gizi di atas (protein, energi dan
kalsiumnya) cukup tinggi). Menurut Daftar Analisis
Bahan Makanan (1995), setiap 100 gr daging ayam
mengandung protein 18,2 g, energi 95 Kal, fosfor 200
mg dan kalsium 14 mg (Apa hubungannya dengan angka
kecukupan gizi? Apa kandungan daging ayam tersebut
memenuhi kebutuhan gizi sehari? Aku sengaja ngga
membawa tulisan ini ke arah kejukupan gizi sehari,
nanti terlalu melebar dan ini tulisan Cuma untuk 2
halaman. Pada alinea ini yang mau diangkat kan kiat
mengolah daging ayam agar terbebas flu burung (sesuai
judul alinea). Kalau di ulas juga pria dewasa
kebutuhan proteinya berapa, wanita dewasa berapa, anak
anak berapa? Aktifitasnya juga berbeda, nanti
kebutuhan proteinya berbeda, daging ayam menyuplai
kebutuhan protein berapa persen? kayanya jadi terlalu
melebar ya mbak? Kemarin naskah ini sudah di coba di
layout naskah ini sudah kepanjangan lho mbak?).

Penularan melalui daging ayam maupun unggas bisa
dicegah dengan pengolahan yang tepat. Menurut WHO,
penularan lewat konsumsi daging ayam dan unggas bisa
dicegah dengan menghindari konsumsi bagian kepala,
leher dan jeroan ayam terlebih dahulu. Pada
bagian-bagian inilah virus flu burung berkembang biak.
Mengolah daging ayam, baik dengan cara dikukus,
direbus, digoreng maupun dibakar harus menggunakan
suhu di atas 80oC. Virus Avian influenza akan mati
pada kisaran suhu ini. Daging ayam yang diolah harus
benar-benar matang hingga ke bagian dalam.

Berikut kiat memilih dan mengolah daging ayam yang
benar (sumbernya dari mana? Perlu dicantumkan? Ngga
ada sumbernya, ini logika penulis. Logikanya begini,
virus flu burung akan mati di atas 80oC dan metode
memasak di bawah semuanya di atas 80oC karena semua
suhunya lebih dari 100oC. Kayanya logika begini ngga
perlu sumberkan? Pengetahuan memilih daging juga tak
perlu sumber, karena sudah menjadi pengetahuan umum.
1. Pilih daging ayam berkualitas baik. Daging ayam
yang berwarna merah muda dan terlihat segar menandakan
ayam dipotong dalam keadaan sehat.
2. Urungkan niat membeli daging ayam jika terlihat
bercak kebiruan, lendir dan tecium busuk. Ciri
tersebut menandakan ayam sudah tidak segar lagi. Pada
beberapa kasus, daging ayam yang berwarna kebiruan
menandakan ayam mati bukan karena dipotong tetapi
karena sakit.
3. Simpan daging ayam di tempat yang tertutup rapat
dan masukan ke dalam dalam freezer untuk menghindari
pertumbuhan virus flu burung atau kontaminasi mikroba
patogen lainnya. Cuci daging ayam terlebih dahulu
sebelum diolah. Mencuci berarti membersihkan kotoran
di permukaan daging, baik yang terlihat maupun yang
tidak terlihat.
4. Metode memasak daging ayam dengan teknik mengukus
memerlukan waktu minimal 30 menit untuk mematikan
virus flu burung. Panaskan terlebih dahulu air kukusan
hingga mendidih, baru daging ayam mulai dikukus.
5. Menggoreng daging ayam sebaiknya dilakukan ketika
minyak mencapai titik didih. Jangan menggunakan api
yang terlalu besar sehingga permukaan daging sudah
lebih dulu matang namun bagian dalamnya masih mentah.
Kondisi ini memungkinkan virus flu burung tetap hidup.
6. Bila memasak daging ayam dengan menggunakan oven,
ikuti petunjuk panelnya. Usahakan suhu oven berada di
atas 160oC. Memasak dengan oven memerlukan waktu yang
lebih lama, yaitu sekitar 60 menit, karena pemanasan
dengan oven berjalan lebih lambat.

Gejala flu burung
Seperti penyakit flu lainnya, gejala awal flu burung
yang timbul adalah suhu tubuh naik lebih dari 38oC,
badan terasa pegel linu, pusing, batuk-batuk,
tenggorokan sakit, badan lemas dan hidung berlendir.
Tanda-tanda lainnya adalah kondisi penderita flu
burung yang tidak kunjung membaik, malah sebaliknya.
Dalam waktu singkat penyakit ini akan menjadi lebih
berat berupa peradangan paru-paru (pneumonia). Jika
tidak ditangani secara tepat, penderita flu burung
akan mengalami koma dan berakhir dengan kematian.
Korban biasanya lebih banyak anak-anak dibandingkan
orang dewasa, ini karena daya tahan tubuh anak masih
lemah sehingga rentan terhadap serangan virus.

Penularan
Avian influenza menular dengan beragam cara.
Kebanyakan kasus flu burung diderita oleh mereka yang
pernah kontak langsung dengan unggas. Penularan bisa
dari liur (salvia), kotoran (feses) atau mengonsumsi
daging unggas yang tidak diolah secara benar. Masa
inkubasinya bervariasi, antara 1-7 hari. Virus ini
juga mampu bertahan hidup cukup lama. Bahkan pada
kotoran dan jaringan tubuh unggas yang sudah mati
sekalipun. Pada kisaran suhu 22oC, Avian influenza
bisa bertahan hidup dalam air selama empat hari,
sedangkan pada suhu 0oC, kemampuan bertahan hidupnya
mencapai satu bulan. Waspadai penularan lewat udara,
virus yang berasal dari kotoran ayam dan burung yang
mengering dapat terhirup oleh nafas kita.

Pencegahan & Pengobatan
Pencegahan flu burung bisa dilakukan dengan beberapa
cara, seperti menghindari peternakan unggas atau
tempat pemotongannya, meghindari kontak langsung
dengan unggas, selalu mencuci tangan dengan sabun
setelah kontak dengan unggas, dan jangan lupa gunakan
masker pelindung jika berkunjung ke daerah peternakan
yang positif terjangkit flu burung. Terapkan pola
hidup sehat, istirahat yang cukup, serta konsumsi
makanan bergizi agar daya tahan tubuh meningkat.
Segera periksakan diri ke dokter ketika terserang flu
dan tak kunjung sembuh selama 3 hari.

Untuk memastikan seseorang terjangkit flu burung
diperlukan waktu yang cukup lama. Serangkaian
pemeriksaan harus dijalani. Antara lain dengan
pemeriksaan serologik untuk melihat terbentuknya
antibodi dalam darah yang dilanjutkan dengan isolasi
virus dengan mengambil sampel cairan dari saluran
napas (trakea). Rangkaian pemeriksaan ini memakan
waktu lebih dari dua minggu. Lakukan perawatan yang
baik dengan cara memberikan makanan bergizi tinggi,
terutama tinggi kandungan vitamin C karena berfungsi
menjaga dan memelihara ketahanan tubuh. Dengan makanan
yang berkualitas, daya imun tubuh diharapkan meningkat
dan tubuh secara alami akan memerangi virus ini.
Oseltamivir adalah anti virus yang digunakan untuk
mengobati flu burung. Penggunaannya tentu saja dengan
pengawasan dokter. BUDI SUTOMO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: