Anak Gemuk Tak Berarti Sehat

Benarkah anak yang gemuk itu sehat? Tidak. Itu adalah mitos yang salah. Ironisnya, sejak lama, banyak orang tua yang menganggap demikian. Padahal, jika anak terlalu gemuk, ia akan menghadapi risiko penyakit yang lebih besar. Selain itu, kegemukan bahkan berpotensi membuat anak mengalami gangguan mental.
Profesor Wieland Kiess, dokter kepala rumah sakit anak-anak di Leipzig, Jerman, pernah meneliti tentang pengaruh kegemukan terhadap kesehatan anak – lebih dari 53% anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan. Menurut Kiess, akibat makanan yang cenderung berlemak, kadar lemak pada darah anak-anak cenderung meningkat melebihi batas normal. Ditambah perubahan gaya hidup yang cenderung kurang bergerak, seperti kebanyakan berada di depan televisi, atau komputer, serta kurang olahraga, masalah kelebihan berat badan pada anak-anak menjadi semakin serius.

Akibat tingginya kadar kolesterol ini, anak-anak semakin sering mengidap penyakit gangguan sistem metabolisme jantung dan pertukaran unsur pada hati. Akibat gangguan metabolisme dan tingginya kadar kolesterol, gejala tekanan darah tinggi pada anak-anak gemuk semakin acap terjadi. Tekanan lapisan lemak membuat pembuluh darah kian menyempit dan, dalam kasus ini, olah raga tak lagi banyak membantu.

Sementara itu, gangguan pada hati menyebabkan cairan empedu menjadi amat kental, dan terbentuklah batu empedu. Di Jerman, penyakit batu empedu lazimnya menyerang kaum wanita yang kelebihan berat badan, yang berusia di atas 40 tahun. Namun, kini juga kerap menyerang anak-anak di bawah 10 tahun. Dan itu, salah satunya bersumber dari apa yang dimakan seorang anak.

Perubahan gaya hidup yang juga memengaruhi perubahan cara makan anak, membuat para dokter menyarankan agar setiap orang tua lebih peduli terhadap cara makan anak-anaknya. Patut diingat, lidah anak dibentuk oleh bagaimana cara ibu memberi dan menyajikan makanan di rumah. Kalau meja makan anak di rumah selalu penuh dengan menu restoran, sampai dewasa, anak tersebut akan seperti itu.

Di bawah ini ada beberapa cara terbaik mengenalkan makanan bergizi kepada anak:

  1. Usahakan untuk selalu makan bersama dengan anggota keluarga. Dengan demikian anak-anak dapat meniru makanan yang dimakan orang tuanya. Ini juga mempererat hubungan psikologis antara anggota keluarga.
  2. Jangan sering-sering mengonsumsi fast food seperti kentang goreng dan burger, karena biasanya makanan tersebut kaya akan garam dan kalori.
  3. Dalam memasak, usahakan tidak dengan menggunakan bahan tambahan minyak. Ada baiknya dengan cara memanggang, membakar, atau mengukus makanan. Angkatlah lemak yang jelas-jelas terlihat seperti pada daging sebelum Anda memasaknya.
  4. Pilihlah jenis makanan yang mudah dikunyah oleh anak-anak dan sedapat mungkin makanan yang mengandung serat seperti aneka buah-buahan, salad dan roti.
  5. Apabila diperlukan cita-rasa, tambahkan sedikit lemon juice.
  6. Apabila anak anda menolak cukup banyak makanan bergizi, berilah mereka vitamin tambahan, tentunya atas petunjuk dokter. Sebab, bila dosisnya berlebih akan menimbulkan efek samping.
  7. Biasakan anak untuk tidak selalu minum minuman manis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: