Alergi pada Anak

Jangan pernah menyepelekan alergi pada anak. Alergi pada anak bisa mengganggu seluruh fungsi atau sistem tubuh, termasuk sistem susunan saraf pusat atau otak. Gangguan otak yang dapat terjadi meliputi gangguan motorik, perilaku, pemusatan perhatian, belajar, tidur, keterlambatan bicara, dan hiperaktif. Bahkan, autisme pun akhir-akhir ini banyak dikaitkan dengan alergi.

Gangguan motorik biasanya ditandai dengan gerakan motorik yang berlebihan. Pada bayi akan terlihat bahwa dia tidak bisa diam sejak lahir, tangan dan kaki bergerak terus. Gejala lain, anak tampak tidak bisa diam dalam gendongan. Kadang disertai seringnya gerakan menghentakkan kepala ke belakang bahkan sampai membentur-benturkan kepala.

Semakin besar, anak juga tampak tidak bisa diam atau duduk lama-lama, selalu berjalan, dan bergerak tanpa tujuan. Sering menjatuhkan badan, atau bergulung-gulung di kasur (bermain smack down). Gangguan pemusatan perhatian bisa ditandai dari anak yang tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan lama dan cepat bosan, kecuali bila sedang menonton televisi.

Gangguan perilaku lainnya adalah agresif. Tanda agresif pada bayi sudah terlihat dengan sering menjilat, menggigit, mencubit, bahkan menjambak rambut orang yang menggendongnya. Pada anak lebih besar terlihat sering memukul benda atau orang di sekitarnya. Bila marah sering berlebihan, menjerit hingga berguling-guling (temper tantrum).

Pengobatan yang paling ampuh terhadap penyakit alergi adalah dengan menghindari zat-zat penyebab alergi. Meskipun alergi pada masa kanak-kanak tidak bisa dicegah secara total, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya alergi:

  1. Hindarkan si anak dari makanan yang berpotensi menyebabkan alergi: putih telur, susu sapi, sereal gandum, dan madu. Hindari pula makanan-makanan padat sampai usianya mencapai 6 bulan. Secara bertahap kenalkan beberapa makanan baru, mulailah dengan makanan lunak (sereal beras atau gandum).
  2. Bersihkan seluruh rumah dan terutama tempat tidur si kecil supaya sebisa mungkin terbebas dari debu.
  3. Kosongkan dan bersihkan ruang tidur bayi, lepas semua karpet yang menempel di lantai, gantilah dengan lantai kayu atau linolium.
  4. Usahakan untuk mengisi ruang tidur si kecil dengan satu tempat tidur saja, dan tutuplah kasur dan boks bayi dengan menggunakan plastik antidebu. Beralihlah menggunakan bantal dakron atau bantal karet, gunakan selimut dari bahan katun dan bukan dari bahan perca atau kapas.
  5. Bersihkan ruangan setiap hari. Saat membersihkan, buka semua pintu dan jendela agar udara segar masuk, kemudian tutup kembali. Saat membersihkan debu, gunakan kain basah atau berminyak supaya debu tidak terbang ke mana-mana, dan semua mainan harus disingkirkan dari kamar si kecil.
  6. Jika mungkin, gantilah semua perabot yang berlapis kain dengan perabot yang terbuat dari bahan yang bisa dilap, seperti lapisan kayu, vinil, atau kulit.
  7. Mungkin Anda perlu memasang penyedot ruangan terutama di dapur dan di kamar mandi.
  8. Hindarkan anak dari binatang piaraan.
  9. Jangan izinkan orang merokok dalam ruangan, karena perokok pasif bisa memperburuk gejala-gejala alergi.

Orang tua perlu mewaspadai aksi dan efek samping obat-obatan anak. Sebelum Anda memberi obat, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda. Tanyakan cara terbaik untuk mengatasi situasi darurat. Mintalah semua anggota keluarga untuk berpartisipasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: