Asma Hilang Terempas Susu Kambing

Mei 19, 2007
Klik untuk melihat foto lainnya…
Ida Rahmawati panik bukan kepalang ketika wajah buah hatinya Sekar Ayu Dyah Larasati membiru. Mata bocah 5 tahun itu terpejam. Napasnya tersengal-sengal seperti tercekik. Berkali-kali Ida menepuk-nepuk pipi anaknya, tetapi Dyah tak merespon. Ia bergegas membawa Dyah ke Rumah Sakit Usada Insani, Tangerang, Provinsi Banten. Diagnosis dokter, siswa Taman Kanak-kanak itu mengidap asma.

Bayangan 5 tahun silam melintas di benak Ida Rahmawati. Ia ingat persis, ‘pada umur 6 bulan, Dyah kerap batuk-batuk dari jam 02.00 sampai 04.00,’ ujar Ida. Dokter hanya meresepkan sirop obat batuk dan antibiotik. Beberapa bulan berselang, timbul gatal-gatal pada kulit. Ia pun kembali memeriksakan Dyah ke dokter. Hasilnya, Dyah divonis alergi susu sapi. Oleh karena itu Ida mengganti susu bubuk sapi dengan susu bubuk kedelai. Penggantian itu memang menghilangkan gatal-gatal pada kulit Dyah. Namun batuk pada malam hari tak kunjung reda.

Bahkan setahun kemudian, batuknya semakin parah. Napas tersengal-sengal seperti tercekik. Ida Rahmawati menyambangi dokter lain untuk mengetahui penyebab batuk berkepanjangan itu. Saat itulah ia tahu, Dyah mengidap asma karena alergi susu sapi. Sejak diagnosis asma itulah, Dyah yang saat itu berusia 2,5 tahun mengkonsumsi puyer antialergi 6 kali sehari. Kebiasaan itu berlangsung hingga Dyah berusia 7 tahun. Untuk memberikan pertolongan segera, Ida menyiapkan alat bantu pernapasan nebulizer dan tabung oksigen ukuran 80 cm.

StresObat dan piranti itu tak juga membantu kesembuhan Dyah. Buktinya ia sering opname karena serangan asma. ‘Obat dan nebulizer sudah tidak mampu menolongnya,’ ujar sang bunda. Hampir setiap 6 bulan Dyah dirawat di rumahsakit selama 2-3 hari. Asma Dyah kambuh terutama saat udara panas. Di sekolah yang dilengkapi pendingin ruangan, asma Dyah tak pernah kambuh. Namun, begitu pulang karena udara panas napasnya terengah-engah.

Menurut dr Mohamad Soleh, asma bisa kambuh salah satunya bila dipicu stres. Stres bisa secara fisik maupun psikis. Stres fisik bisa karena panas, dingin, lelah atau karena penyakit lain. Asma Dyah kambuh saat udara panas bukan udara dingin seperti asma pada umumnya. Menurut dr Imelda Magaritha asma adalah gangguan pernapasan karena alergi. Gangguan itu berupa penyempitan saluran pernapasan yang menghambat udara keluar dari paru-paru. Asma dapat kambuh jika sistem kekebalan terpicu oleh penyebab alergi. Penyebab alergi berbeda setiap individu, misalnya alergi susu sapi, udara dingin, debu atau stres.

Ketika upaya penyembuhan secara medis tak menggembirakan, Ida mencoba pengobatan tradisional. Atas saran kerabatnya, ia memberikan berbagai obat tradisional seperti hati kelelawar, hati kura-kura, dan hati unta pada waktu yang berbeda. Dosisnya 50 gram 3 kali sehari. Sayang, kesembuhan itu belum juga muncul.

ToleransiPada Oktober 2005, seorang rekan menyarankan untuk mencoba susu kambing. Barharap kesembuhan pada anaknya, Ida pun menuruti saran itu. Ia memesan 10 liter dengan harga 15.000 per liter. Susu kambing dikemas 200 ml, Ida mesti memanaskannya sebelum memberikan susu itu kepada Dyah. Sekali minum Dyah menghabiskan 200 ml dengan frekuensi 3 kali sehari. Efek terlihat pada 3 bulan pertama. Batuk pada malam hari mereda dan napas tersengal tidak terdengar lagi.

Setelah 3 bulan mengkonsumsi susu kambing, asupan puyer antialergi dihentikan. Pada 3 bulan kedua susu kambing diberikan hanya 2 kali sehari. Untuk selanjutnya sampai sekarang Dyah tetap meminum susu kambing, tapi cukup sekali sehari. Setelah rutin mengkonsumsi susu kambing, setahun terakhir asma Dyah tidak pernah kambuh. Tidak ada lagi acara bolak-balik ke rumahsakit. Nebulizer yang setia memberi oksigen pun teronggok di sudut kamar.

Yang terpenting, gadis cilik berusia 9 tahun itu sudah bisa tertawa lepas saat bermain dengan teman-temannya. Tidak akan terdengar lagi larangan ibunya untuk menahan tawa dan gerakan kala asyik bermain. Bagaimana duduk perkara susu kambing mengobati asma? dr Imelda Margaritha menuturkan susu kambing meningkatkan daya tahan tubuh. Itu lantaran kandungan mineral berupa magnesium, klorida dan selenium yang bagus untuk metabolisme tubuh.

Susu kambing biasanya dikaitkan dengan asma karena alergi susu sapi. Jika seseorang alergi susu sapi, sebenarnya dia alergi dengan gula atau protein dalam susu sapi atau dikenal dengan sebutan ? A1 kasein; susu kambing, betakasein. Susu kambing hanya mengandung 4-4,1% gula laktosa sehingga masih ditolerir untuk orang yang alergi laktosa. Bandingkan dengan kadar laktosa susu sapi yang berkisar 4-7%.

Jadi, penderita asma sembuh atau reda setelah minum susu kambing, berarti dia alergi dengan komponen yang ada pada susu sapi atau produk dari susu sapi. Jika tidak reda, maka pemicu asma bukan karena alergi dengan komponen tadi.

Susu kambing bisa dikonsumsi dalam bentuk cair, bubuk bahkan tablet. Dalam hal kestabilan zat aktif (protein, mineral, vitamin), susu kambing tablet lebih stabil daripada bubuk dan cair. Apa pun pilihannya, susu kambing terbukti mujarab mengatasi asma seperti yang dialami Sekar Ayu Dyah Larasati. (Nesia Artdiyasa)


Teripang Kikis Sisik Ular

Mei 19, 2007

Stres dan sakit kepala yang mengawali hari-hari Marlita Sari sejak penceraian membawanya pada penderitaan baru. Bercak-bercak putih tiba-tiba saja terlihat di kulit kepala. Awalnya, wanita kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu mengira kesalahan penggunaan shampo. Lama-kelamaan sisik di kepala itu menjalar ke seluruh punggung. Setelah 2 tahun barulah diketahui Marlita mengidap psoriasis.

Ketombe yang memenuhi kepala awalnya tak digubris Marlita. Sebab, sebagai sales obat-obatan, ia sering terpanggang terik sinar matahari. Akibatnya rambut sering lepek dan ketombe tumbuh subur. Kepala pun terasa gatal. Jika sudah begitu, kedua tangan Marlita tak pernah berhenti menggaruk. Setiap kali digaruk lapisan seperti kerak itu rontok dan menyisakan luka lebar. Tapi setiap dikelupas besoknya muncul lagi, kata wanita kelahiran 23 November 1951 itu.

Karena tidak tahan dengan penderitaan itu, Marlita memeriksakan ke dokter kulit. Dokter mendiagnosis hanya penyakit kulit biasa. Marlita diberi obat peredam gatal, obat tidur, dan salep. Sayang, kesembuhan bak fatamorgana. Setelah obat dikonsumsi, bukannya kesembuhan yang diperoleh, penyakitnya justru semakin parah. Bercak-bercaknya menjalar ke seluruh kepala.

Bahkan sekujur kaki melepuh kemerahan seperti luka bakar. Suhu badannya naikturun dan ia merasa kedinginan setiap saat. Sehari-hari Marlita berada di pembaringan, meski tak bisa memejamkan mata.

Kulit ularSempat terpikir oleh bungsu dua bersaudara itu penyakitnya karena guna-guna. Berbagai jalan kesembuhan dicoba termasuk pengobatan alternatif. Jamu dan beberapa obat tradisional yang disarankan rekan-rekan tak segan ia konsumsi. Marlita pernah rutin mengoleskan buah nyamplung yang ditumbuk dan dicampur minyak kelapa selama satu bulan. Begitu juga mengkonsumsi daging dan abon ular serta kadal. Namun semua usahanya itu tak bisa mengatasi penderitaan Marlita.

Setelah 2 tahun bergelut dengan penyakit aneh itu, bercak-bercak putih mulai ditemukan di siku kiri. Rasanya gatal sekali dan panas, ungkap Marlita. Makanya ia langsung berobat ke dokter spesialis kulit di Bandung. Diagnosis dokter: psoriasis. Saat itu, penyakit psoriasis masih tergolong jarang didengar. Menurut dokter penyebab utamanya stres berkepanjangan. Untuk kesembuhan hanya perlu kebahagiaan dan ketenangan hati.

Berbekal saran dokter itu, Marlita mencoba berdamai dengan penyakitnya. Selama lebih dari 20 tahun, ia berhati-hati dengan emosinya. Sedikit saja khilaf lantaran terlalu banyak pikiran, ketombe mulai tumbuh dan mengerak. Jika sudah begitu, Marlita hanya meringis perih. Hingga akhirnya pada pertengahan Desember 2006 lalu ia membaca sebuah tulisan mengenai pengakuan penderita psoriasis sembuh dengan ekstrak teripang.

Marlita tertarik untuk mengkonsumsi. Setiap hari 3-4 sendok gamat-sebutan teripang di Malaysia-dikonsiumsi rutin selama sebulan. Namun, perubahan belum juga tampak kecuali Marlita bisa tidur pulas. Barulah setelah 2 botol habis, kerak-kerak ketombe di punggungnya meluruh.

Merasa cocok dengan gamat, Marlita tak hanya mengasup secara oral, tapi juga ekstrak gamat yang dioleskan ke seluruh tubuh. Kulit yang gatalnya luar biasa menjadi adem setelah diolesi salep gamat. Kini bercak-bercak psoriasis di tangan pun mulai berkurang dan kondisi tubuh Marlita jauh lebih baik.

PsoriasisMenurut dr Benny Wiryadi dari bagian kulit-kelamin Rumahsakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta, penderita psoriasis lebih banyak orang kulit putih dan sangat jarang ditemukan pada suku Eskimo dan Indian. Penyakit yang berarti gatal dalam bahasa Yunani itu, gejalanya berupa kulit kemerahan disertai pembentukan sisik keperakan berlapis-lapis mirip sisik ular. Pembuluh darah di bawah kulit penderita psoriasis memang terlihat lebih banyak dan melebar. Bagian kulit paling luar menebal, produksi zat tanduk lebih banyak yang akhirnya menjadi sisik transparan bertumpuk, dan terlepas.

Mekanisme penyakit kulit itu hinggap di tubuh Marlita belum diketahui secara pasti. Para ahli kulit menduga psoriasis disebabkan emosi tak terkendali, garukan atau tekanan berulang, terlalu banyak menelan obat seperti antihipertensi dan antibiotik, serta mengoleskan obat keras ke kulit. Penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular.

Namun, lantaran bisa timbul di seluruh bagaian tubuh, penyakit itu mengganggu kenyamanan dan menurunkan mental seseorang. Kemampuan gamat mengatasi penyakit psoriasis disebabkan makhluk dasar laut itu tinggi protein, mencapai 86%. Asam amino penyusunnya mudah diuraikan oleh enzim pepsin sehingga mampu menembus jaringan mati. Dari jumlah protein itu, 80% adalah kolagen yang berperan sebagai pembersih dan penjaga kekenyalan kulit.

Teripang juga menstabilkan emosi lantaran berefek sedatif dan analgesik alami. Artinya teripang bersifat penenang. Penelitiannya dilakukan oleh Zury Azreen bin Azizul Rahman dari Sekolah Ilmu Kesehatan Malaysia. Makanya, asupan teripang membuat emosi Marlita lebih tenang sehingga gatal akibat psoriasis pun sirna. (Vina Fitriani/ Peliput: Lani Marliani).


Lidah Penyapu si Manis

Mei 19, 2007

Edward Silooy mulai menua ketika letih, mengantuk, keringat mengucur, dan pandangan kabur menghampirinya. Puncaknya, pegawai negeri sipil di Departemen Perhubungan itu ambruk saat mengajar dalam sebuah pelatihan. Hasil diagnosis dokter, kadar gula darah melebihi ambang batas, 345 mg/dl.

Ketika itu Edward langsung dilarikan ke rumahsakit. Pria 56 tahun itu juga diharuskan menjalani 21 hari rawat inap. Selama perawatan ia mengkonsumsi 1 tablet diamicron 3 kali sehari untuk menurunkan kadar gulanya. Namun, apa mau dikata perawatan intensif itu hanya menurunkan kadar gula darah sebanyak 80 poin, menjadi 260 mg/dl. Itu berarti insulin yang disuntikkan tidak efektif. Tubuh Edward tetap cepat lelah dan sering muntah.

Lantaran obat kimia tak mampu menyembuhkan, Edward berpaling mengkonsumsi ekstrak lidah buaya atas saran sang istri. Ia mengetahui informasi lidah buaya dari kerabat yang juga mengkonsumsi daun berduri itu untuk menjaga kebugaran. Toh, semula ia ragu aloe vera mampu membantu menggerus penyakitnya. Namun, istrinya meyakinkan, paling tidak mengkonsumsi lidah buaya dapat mendetoksifikasi tubuh dari obat-obatan kimia yang selama ini diminumnya.

Terbukti klinisMulailah Edward mengkonsumsi 50-100 ml ekstrak waan famai-sebutan lidah buaya di Thailand-2 kali sehari. Hasilnya, tubuh lebih bugar. Bahkan, selama 6 bulan rutin mengkonsumsi diabetes dan hipertensi Edward membaik. Karena penasaran, ia lantas mengecek darah ke laboratorium. Betul saja, kadar gula dalam darah turun drastis hingga tinggal 180 mg/dl. Kesimpulannya diabetes Edward terkendali.

Menurut dr Rawan Broto, diabetes yang diderita Edward disebabkan karena faktor keturunan. Penyakit itu tak mungkin disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan. Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe-1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena kelenjar penghasil insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe-2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung. Fungsinya mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas pada penderita DM tipe-1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas. Pada penderita DM tipe-2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya sel mengalami kekurangan glukosa, padahal di dalam darah glukosa menumpuk. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan berbagai penyakit.

MPSSembuhnya sang amtenar dari diabetes dengan mengkonsumsi Aloe barbadensis telah banyak dibuktikan oleh periset. Sebab, aloe vera sebagai suplemen makanan dapat berfungsi mempertahankan fungsi-fungsi ginjal, otot-otot jantung, pertumbuhan sel, tingkat gula darah, dan sistem kekebalan tubuh. Ada tiga fungsi aloe vera yang mengagumkan dan bermanfaat amat besar bagi manusia: sebagai anti kanker, sistem kekebalan tubuh, dan antioksidan.

Ajabnoor MA dari Department of Clinical Biochemistry, King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi, meneliti tikus yang diinjeksi alloxan, zat peningkat kadar gula darah. Tikus-tikus itu kemudian diberi ekstrak lidah buaya 500 mg/kg bobot tubuh, 2 kali sehari.

Setelah diperiksa pada hari ke-5 kadar gula tikus menurun. Efek hipoglikemik itu diduga karena laloi-sebutan lidah buaya di Perancis-menstimulasi sintesis atau pelepasan insulin yang dilakukan oleh sel beta dari kelenjar langerhans.

Secara klinis keampuhan lidah buaya diteliti oleh Fakultas Farmasi Mahidol University, Bangkok, Thailand. Sebanyak 72 pasien berusia 35-60 tahun dengan kadar gula puasa tinggi diberi ekstrak 80% lidah buaya sehari dua kali selama 42 hari. Hasilnya menunjukkan kadar gula darah mereka turun dari rata-rata 250,36 mg/dl menjadi 141,92 mg/dl. Nilai trigliserida juga turun dari 220,31 mg/dl menjadi 122,72 mg/ dl.

Semua itu lantaran, ‘Kandungan mukopolisakarida (MPS) lidah buaya yang berperan mengontrol kadar gula dalam darah,’ kata Dra Erlin Nurtiyani, MSi, peneliti lidah buaya dari Departemen Biologi, Universitas Indonesia. Menurutnya, MPS zabila-sebutan lidah buaya di Spanyol tak sekadar menjaga nilai glukosa dalam darah, tetapi juga mencegah komplikasi akibat diabetes seperti hipertensi, kolesterol, jantung koroner, dan arteriosklerosis. MPS merupakan senyawa kompleks karbohidrat yang dibangun oleh ribuan molekul gula manosa, galaktosa, dan glukosa. MPS berperan sebagai peyokong imunitas tubuh karena mampu menstimulasi sel T dan makrofag yang berfungsi memerangi sel-sel patogen perusak tubuh.

Di luar itu, berdasarkan penelitian Erlin, echte aloe-sebutan lidah buaya di Jerman-mengandung bahan-bahan organik seperti saponin, dan anthraquinon (aloin, barbaloin, anthranol, asam aloetat, aloe emodin, yak ether). Beberapa enzim seperti oksidase, katalase, lipase, aninase, dan amilase juga terkandung pada lidah buaya. Belum lagi vitamin dan mineral seperti B1, B2, B6, B12, C, kalsium, natrium, kalium, mangan, seng, dan tembaga. Kelengkapan gizi itulah yang membuat lidah buaya mampu mengendalikan kadar gula darah Edward. (Vina Fitriani)


Segudang Gizi Susu Kambing

Mei 19, 2007

Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Makanya, susu yang sedikit manis itu menjadi pilihan bagi yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi (lactose intolerance). Ia rendah laktosa sehingga tidak menimbulkan diare.

Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin. Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan, infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan. Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi. Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karena mengkonsumsi susu kambing.

Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia. Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida. Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi. Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

Selain dikonsumsi, susu kambing baik juga untuk perawatan kulit. Sabun yang terbuat dari campuran susu kambing memiliki tingkat keasaman yang menyamai kulit. Efeknya terasa lembut di kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Beberapa penelitian melaporkan penggunaan sabun ekstrak susu kambing memulihkan kelainan kulit seperti psoriasis dan eksema.

ProteinKarena kandungan proteinnya tinggi, susu kambing sangat baik untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Ia merupakan sumber protein yang murah tetapi bermutu tinggi. Secangkir susu kambing yang setara 244 g mengandung protein 8,7 g. Bandingkan dengan susu sapi yang hanya mengandung protein 8,1 g.

Protein yang terdapat pada susu kambing mencakup 22 asam amino termasuk 8 asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, dan fenilalanin. Asam amino esensial di dalam tubuh merupakan senyawa penting pembentuk sejumlah senyawa hormon dan jaringan tubuh. Susu kambing juga sumber mineral kalsium, fosfor, kalium, riboflavin (vitamin B2), dan protein.

Anak yang mengkonsumsi susu kambing memiliki kepadatan tulang yang baik, kadar hemoglobin meningkat, serta kecukupan vitamin A, B1, B2 dan B3 yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan saraf. Asam amino yang mengandung unsur belerang metionin, sistin, dan sistein penting untuk membangun kesehatan otak dan sistem saraf. Sistein dan asam amino lainnya juaga berperan dalam pembentukan sel darah penawar racun (detoksifikasi) bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Susu kambing menyumbangkan 32,6% kalsium dan 27,0% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sementara susu sapi hanya memberikan 29,7% kalsium dan 23,2% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sebagai sumber kalsium, susu kambing bagus untuk pemeliharaan kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses mineralisasi tulang, kalsium dan fosfor membentuk kalsiumfosfat-komponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan kepada tulang.

Kalsium melindungi sel usus besar dari risiko kanker akibat zat kimia yang melewatinya, mencegah pengeroposan tulang setelah masa menopause atau radang sendi, mencegah migrain, menurunkan risiko timbulnya gejala sindroma premenstrual haid. Ia juga berperan pada sejumlah kegiatan fungsional seperti proses pembekuan darah, merangsang saraf, kontraksi otot, pengaturan aktivitas enzim, pemberdayaan fungsi membran sel, dan pengaturan tekanan darah.

Terkait dengan aktivitas fungsional itu, sistem tubuh yang kompleks mengatur jumlah kadar kalsium di dalam darah secara seksama. Tujuannya supaya tidak terjadi kekurangan kadar kalsium di dalam darah. Pengambilan kalsium dari dalam tulang akan terjadi bila asupan kalsium kurang akibat gizi yang tidak berimbang.

Riset terhadap 195 perempuan remaja, usia 10-12 tahun, menunjukkan konsumsi keju yang dibuat dari susu kambing menghasilkan total kepadatan tulang dan ketebalan korteks (lapisan luar) tulang lebih tebal daripada kelompok lainnya. Penelitian dilakukan pada 4 kelompok yaitu kelompok yang diberi keju susu kambing, preparat kalsium, preparat mineral kalsium ditambah vitamin D, dan plasebo. Penelitian itu membuktikan bahwa dampak pemberian kalsium dari susu kambing jauh lebih baik ketimbang pemberian sediaan kalsium buatan (kimiawi).

Dalam penelitian lain yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition, susu kambing terbukti mempercepat pembakaran lemak. Dalam penelitian itu, asupan kalsium alami tinggi bersumber dari susu kambing menghasilkan pembakaran lemak 20 kali lebih cepat dibanding yang tidak diberi asupan.

Susu kambing juga mengandung riboflavin. Vitamin B2 itu berperan sebagai pembangkit energi berdasar pada reaksi oksidasi yang diperankan oleh flavoprotein-senyawa ikatan protein yang banyak ditemukan di dalam otot jantung dan otot lainnya. Manfaat lain riboflavin yaitu menurunkan frekuensi serangan migrain. Ia juga berperan menghambat perusakan sel yang terjadi dalam proses produksi energi.

Perusakan sel itu dihambat glutation. Untuk menghambat perusakan sel, senyawa protein yang dihasilkan mitokondria itu memerlukan pembaruan (daur ulang). Di dalam proses daur ulang itu, riboflavin berperan sebagai co-faktor dari enzim glutation reduktase sehingga terjadi reduksi dan oksidasi membentuk glutation yang baru.

MitosDilihat dari kandungan gizinya, susu kambing tidak kalah dengan susu sapi. Kurangnya minat untuk mengkonsumsi susu kambing salah satunya lebih disebabkan karena anggapan susu kambing tidak boleh dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Mitos itu tidak benar. Kandungan utama susu kambing yang terdiri dari kalium justru berfungsi menstabilkan tingginya tekanan darah, mengatur fungsi kerja jantung, dan menekan risiko terkena arteriosklerosis.

Pernyataan itu dikuatkan penelitian terhadap lebih dari 40.000 pria Amerika yang mengkonsumsi susu kambing selama 4 tahun. Kesimpulan riset menyatakan kelompok yang mengkonsumsi lebih banyak kalium, ternyata memiliki risiko terserang stroke lebih rendah. Dengan segudang manfaat, susu kambing baik dikonsumsi semua umur. (dr Zen Djaja MD, dokter sekaligus pimpinan Balai Pengobatan Umum Yayasan Tri Dharma, Malang)


Buah Hati Datang Berkat Madu Eksklusif

Mei 19, 2007

Malam di penghujung Januari 2007 itu beribu rasa berkecamuk di hati Tri Ernita. Tanda positif warna merah muncul di atas alat tes kehamilan. Sudah 1 minggu ini Ernita memang telat haid. Mual, lemas, dan pusing yang terasa seolah tertutup rasa bahagianya. Duabelas tahun menanti, kini si buah hati dambaan datang.

Kebahagiaan langsung menghampiri istri Fachrur Rozi itu waktu memeriksakan diri ke Klinik Yasmin Rumahsakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. ‘Ibu positif hamil!’ kata dr Andon Hestiantoro, SpOG(K).

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sejak setahun terakhir merawat Ernita dan Rozi itu langsung merekomendasikan calon ibu untuk banyak istirahat. Pada usia kehamilan rawan-usia Ernita 39 tahun-kandungan harus dijaga ketat. Tanpa banyak pertimbangan, akuntan itu langsung mengambil cuti di luar tanggungan selama 5 bulan.

TesKabar bahagia pada awal Januari 2007 itu jawaban dari penantian panjang pasangan yang menikah pada 1995 itu. Sampai 2 tahun pernikahan belum ada tanda-tanda Ernita hamil.

Menurut dr H Taufik Jamaan, SpOG-dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rumahsakit Bunda Jakarta Pusat, 3 hal yang perlu dianalisis pada pasangan yang sulit memiliki keturunan yakni siklus ovulasi, kualitas sperma, dan ovum. Siklus ovulasi berkaitan dengan siklus haid. ‘Jika siklus haid tidak teratur, artinya ovulasi tidak berjalan normal.

Kualitas ovum dicek melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Dari USG diketahui ukuran sel telur matang. Lazimnya berukuran 18-20 mm. Jika kurang, artinya telur yang terovulasi belum matang sehingga pembuahan oleh sperma tidak akan berhasil. Bila siklus dan kualitas ovum normal, perlu pengecekan saluran telur untuk melihat ada tidaknya penyumbatan. Penyumbatan disebabkan infeksi, radang panggul, atau keputihan kronis.

Pada laki-laki, analisis sperma dibutuhkan untuk mengecek jumlah dan kualitasnya. ‘Pada kasus infertilitas, 70% disebabkan oleh faktor laki-laki,’ tutur Taufik. Produksi sperma normal 20-juta sel/ml. Dari jumlah itu, 50% sperma mesti bergerak normal, minimal 30% berbentuk normal.

Siklus acakPada kasus Ernita dan Rozi, rupanya siklus perempuan kelahiran 29 Maret 1968 itu tak normal. Lazimnya siklus haid setiap 28 hari, Ernita 40-50 hari sekali. Saat datang bulan, Ernita mengalami nyeri. Untuk mengatasi, dokter memberi obat perangsang ovulasi. Pemeriksaan hidrotubasi untuk mengecek ada tidaknya sumbatan pada saluran indung telur juga dijalani. Hasilnya, normal.

Pada 1999, dokter memvonis Ernita mengidap endometriosis, yaitu ditemukannya jaringan endometrium di luar rahim. Di tempat ini, endometrium tumbuh menjadi bercak, benjolan, dan berlekatan dengan jaringan sekitarnya. Adanya endometriosis antara lain akan menyebabkan rasa sakit pada perut bagian bawah yang kronis, sakit pada waktu haid, dan sulit hamil.

Ernita mengalami perlekatan di rongga panggul. Tindakan operasi dilakukan tahun itu juga. Tak hanya itu, laparoskopi, penanganan dengan sinar laser, juga dilakukan. Laparaskopi untuk mengatasi polycistic ovary yang diderita Ernita. Disebut polycystic ovary bila kilang telur atau ovarium seorang wanita bengkak. Penyebabnya sel telur telah terperangkap dalam ovarium dan tidak menetas pada masa subur.

Sayang, pascaoperasi belum juga terlihat tanda-tanda kehamilan. Ernita mencoba pengobatan alternatif. Atas anjuran teman, Ernita berobat ke seorang romo di Bogor. Ia diberi jamu-jamuan dalam kemasan yang harus dikonsumsi sehari 2 kali. Namun, Ernita hanya mengkonsumsinya tak lebih dari sebulan. ‘Karena saya terlalu sibuk, ditambah lagi konsumsi jamu itu repot,’ ungkapnya.

Kehadiran buah hati sepertinya jauh api dari panggang. Apalagi pada 2002 Ernita sekali lagi mesti menjalani operasi endometriosis. Toh keduanya pantang menyerah, perempuan berkulit putih itu tetap menjalani pengobatan dr H Z Djamal, SpOG dan dr Muharram, SpOG. Mereka memberi obat profertil untuk merangsang ovulasi.

Ernita mengkonsumsi tablet profertil setiap bulan pada hari ke-5 sampai 15 setiap datang masa haid. Pada hari ke-15 itulah Ernita memeriksakan kandungan untuk mengecek ovulasi dan pematangan sel telur. Hasilnya kondisi sel telur normal, tapi kehamilan tak kunjung datang.

Pada 2004, pasangan yang tinggal di Bekasi itu memutuskan menempuh jalur inseminasi. ‘Inseminasi biasa ditempuh pasangan yang sulit punya keturunan. Caranya dengan memilih sperma berkualitas, kemudian menginseminasikannya ke rahim seseorang yang sel telurnya siap dibuahi,’ ungkap dr Taufik Jamaan, SpOG. Inseminasi pertama gagal. Pada 2005, inseminasi kembali dilakukan, tapi tetap tak membuahkan hasil. Karena masih penasaran, pasangan yang selalu sibuk dengan pekerjaannya itu mencoba lagi pada September 2006. Namun, inseminasi itu pun tak berhasil. Hingga akhirnya dokter Andon menyarankan untuk menghentikan obat profertil dan disetujui Ernita.

Madu eksklusifPucuk dicinta ulam tiba. Seorang teman Ernita yang baru pulang dari Selandia Baru menawarkan madu dari Australia. Pada Juli 2006, ia mulai mencoba Manuka Honey itu. Anak ke-3 dari 5 bersaudara itu mengaku tertarik mengkonsumsi madu karena staminanya sering drop. Akibatnya gangguan ringan seperti flu, radang tenggorokan dan sariawan sering menghinggapinya.

Sebulan mengasup madu, Ernita langsung merasakan manfaatnya. ‘Flu tak pernah kambuh lagi,’ ungkap Ernita. Tak hanya itu sariwan yang jadi langganannya pun sangat cepat sembuh setelah dioleskan madu Manuka. Berawal dari efek yang dirasakan itulah, Ernita meyakini madu manuka memiliki kandungan luar biasa untuk menjaga kesehatan dan stamina.

Sejak itu pula pasangan itu rutin mengkonsumsi satu sendok makan madu manuka setiap pagi. Rozy mengikutinya pada malam hari dengan dosis persis istrinya. Sebotol isi 500 g biasanya habis dikonsumsi selama 3 minggu.

Tak diduga, anugerah tak ternilai datang di saat mereka tengah merencanakan program bayi tabung. Siklus haid yang teratur sejak program inseminasi buatan tiba-tiba terlambat. Tak mau banyak berharap, Ernita mengambil alat tes kehamilan dan mencelupkan ke dalam urine. Hasilnya, positif. Keyakinan kian membuncah ketika dokter mengamini kehamilan Ernita yang memasuki usia 3 minggu.

Herbalis Lina Mardiana menyebutkan kandungan madu murni yang belum diolah dapat meningkatkan gairah seksual dan meningkatkan kekentalan sperma. Selain itu madu dapat merangsang pematangan sel telur dan menguatkan rahim. Kini saat kandungan memasuki usia 5 bulan, Ernita masih rajin mengkonsumsi madu manuka. Demi si jabangbayi, perempuan energik itu memilih beristirahat di rumah. Perjuangan selama 12 tahun kini terjawab sudah. (Nesia Artdiyasa)


Jamur Pengusir Vertigo

Mei 19, 2007

‘Menjelang Hari Kartini order rias kecantikan biasanya bertambah,’ kata Tan Giok Sien dengan wajah sumringah. Itu berarti pundi-pundi rupiahnya akan bertambah seiring melonjaknya jumlah pelanggan. Namun, dua tahun silam, bertambahnya pelanggan justru mendatangkan musibah bagi Tan. Ketahanannya terkuras, membuat kepala sering sakit tak terperi.

Semula Tan Giok Sien menduga gangguan di kepala hanyalah sakit biasa. ‘Bila kambuh, saya biasanya langsung tidur. Sakit kepala pun hilang,’ katanya. Namun, lama-kelamaan sakit kepalanya itu kian menjadi-jadi. ‘Apalagi bila sedang datang bulan. Kepala saya sakit sekali,’ kata ibu yang berprofesi perias kecantikan itu.

Suatu ketika, salah seorang pelanggan minta dirias karena akan menghadiri sebuah pesta. Menurut hitung-hitungan Tan Giok Sien, pada tanggal itu ia sedang datang bulan. Karena khawatir sakit kepalanya kambuh saat merias, ia pun berencana mengajak asisten.

Dugaan Tan benar. Pada hari yang dijadwalkan, sakit kepala itu datang mendera. Baru saja bangkit dari tempat tidur, ia terhuyung-huyung hingga tubuhnya ambruk di pembaringan. ‘Seisi kamar terlihat berputar-putar. Saya seperti kehilangan keseimbangan,’ katanya. Ketika itu, ia hanya mengutus asistennya untuk melayani pelanggan.

Mual dan muntahKejadian itu bukan sekali saja terjadi. Oleh sebab itu, sang suami membawanya ke dokter umum di daerah Jelambar, Jakarta Barat. Namun, hasil pemeriksaan dokter: sakit kepalanya itu hanyalah sakit kepala biasa. Sang dokter pun hanya memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit.

Obat yang diberikan dokter itu memang terbukti manjur. Setelah dikonsumsi, sakit kepala pun mereda. Ternyata, hilangnya rasa sakit itu hanya sekejap. Bila lelah mendera, sakit kepala itu kembali kambuh. Tan pun kembali memeriksakan diri ke dokter. Namun, lagi-lagi dokter berkesimpulan sama: sakit kepala biasa.

Tak berapa lama kemudian, sakit kepala itu menyerang begitu hebat. Tak tahan menahan nyeri, Tan mengikat kepalanya dengan selendang. ‘Perut saya juga mual hingga muntah-muntah. Pandangan mata pun seperti berbayang,’ kata ibu 2 anak itu. Khawatir kondisi istrinya bakal memburuk, suaminya, Kho Koen Liep, segera memboyong Tan ke unit gawat darurat RS Graha Medika, di Kebonjeruk, Jakarta Barat.

Untuk memastikan penyebab sakit kepala, dokter memindai kepala perempuan 49 tahun itu dengan CT-scan. Yang mengherankan, dokter tak juga menemukan biang penyakit. ‘Kondisi kepala saya normal,’ kata Tan. Dokter menduga, Tan Giok Sien menderita vertigo.

VertigoMenurut dr Satya Hanura SpS, dokter spesialis saraf RS Jakarta, vertigo disebabkan terganggunya keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh dikendalikan otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di area labirin atau rumah siput di telinga. Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan.

Kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat pula menjadi penyebab. Beberapa jenis obat seperti kina, streptomycin, dan salisilat, disinyalir dapat menyebabkan radang kronis telinga dalam sehingga menimbulkan vertigo. Vertigo juga dapat disebabkan infeksi virus yang menyerang labirin seperti influenza. Penyebab lain, bakteri yang menginfeksi rumah siput di telinga. Sayang, Tan Giok Sien tak hafal betul penyebab vertigo yang dideritanya. ‘Toh pola makan saya sehat kok. Saya suka sekali mengkonsumsi sayuran,’ katanya.

Pasien vertigo seringkali merasa benda-benda di sekitarnya seperti berputar-putar dan bergerak. Akibatnya pasien sulit berdiri atau berjalan. Para penderita juga sering mual-mual dan muntah. Pandangan mata pasien berbayang-bayang, tidak fokus. Untuk mengobatinya, dokter menyarankan agar Tan Giok Sien dirawat inap. Namun, ia tak ingat jenis obat yang diberikan dokter selama dirawat.

FisioterapiTak terasa enam hari sudah Tan Giok Sien dirawat inap. Saat memeriksa ke bagian pembayaran, ia terperanjat ketika mengetahui jumlah tagihan rawat inap mencapai Rp13-juta. ‘Mahal sekali untuk sekadar penyakit sakit kepala,’ katanya. Karena tak ingin membebani keluarga, ia pun meminta izin agar berobat jalan.

Dokter akhirnya mengizinkan. Namun, untuk berjaga-jaga, dokter menyarankan agar ia juga menjalani fisioterapi bila sakit kepala kambuh. Terapi itu berupa pijatan di bagian tengkuk dan kepala bagian belakang. Tan mengikuti saran dokter. Setiap kali sakit kepala kambuh, ia menjalani terapi.

Namun, sakit kepala itu tak juga sirna. Setahun silam, salah seorang rekan suaminya memperkenalkan Tan pada Hartono Chong, herbalis di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Keesokan harinya ia menyambangi klinik Prima Usada, tempat Hartono berpraktek, untuk memeriksakan diri.

Hartono menduga sakit kepala itu karena peredaran darah di kepala kurang lancar akibat pengentalan darah. Darah yang terlalu kental menyebabkan kadar oksigen dalam darah sangat minim sehingga mengganggu fungsi otak dan hilangnya keseimbangan tubuh. Gangguan itu sering disertai rasa sakit.

Untuk melancarkan peredaran darah, Hartono menyarankan agar Tan mengkonsumsi serbuk lingzhi. Menurutnya, jamur yang melegenda dalam dunia pengobatan tradisional Cina itu berefek mengencerkan darah sehingga peredarannya menjadi lancar. Pada saat itulah darah lebih mudah melarutkan oksigen. Tan mengkonsumsi serbuk reishi-sebutan lingzhi di Jepang-berdosis 2 sendok makan yang diseduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, air seduhan reishi itu disaring lalu diminum 3 kali sehari.

Dokter Sidi Aritjahya, dokter umum sekaligus herbalis di Yogyakarta, menuturkan, lingzhi dapat merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru alias neovaskularisasi. Semakin bertambah jumlah pembuluh darah baru, semakin banyak pula oksigen yang diangkut ke jaringan otak sehingga kadar oksigen di dalam darah kembali normal.

Tiga bulan mengkonsumsi lingzhi, kondisi tubuh Tan Giok Sien mulai membaik. Sakit kepala yang tadinya menyerang hampir setiap bulan, frekuensinya mulai berkurang. ‘Sekarang sakit kepala itu tak pernah kambuh,’ katanya. Fisioterapi yang rutin dilakukan ketika kambuh pun akhirnya dihentikan. Sang pengganggu pun benar-benar sirna. (Imam Wiguna)

 


Khasiat Kunyit

Mei 19, 2007

Isi kunyit dapat menyembuhkan penyakit sengugut. Makan kunyit mentah sebagai ulam ketika makan nasi. Anda akan rasai kemujarabannya. Melancarkan Perjalanan Darah

  1. Kunyit juga mencegah kulit daripada cepat berkedut. Parut sedikit kunyit dan perah airnya. Amalkan meminumnya.
  2. Parut dua ketul isi kunyit dan seketul lempoyang. Kemudian bubuhkan setengah cawan air hingga sebati. Tapis dan campurkan dengan satu sudu besar air limau nipis dan madu. Minum selama tiga hari berturut-turut. Selain menyihatkan bahagian dalam tubuh, ia juga mencantikkan kulit.

Memanaskan Badan
Tumbuk beberapa ketul kunyit hingga hancur. Campurkan dengan sedikit air dan tapiskan. Minum airnya tiga kali seminggu.

Daun Kunyit
Sekiranya anda diserang pening atau sakit kepala, ramas beberapa helai daun kunyit bersama sedikit air. Selepas itu sapulah di kepala hingga rata.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.