Urat-urat Menyembul di Kaki

SAYA seorang gadis berusia 26 tahun. Sekira 1 bulan lagi akan menikah, tetapi saya merasa terganggu, kadang-kadang tidak pede dengan keadaan kaki saya yang terlihat jelas uratnya yang tampak membesar, ada urat besar dan ada urat kecil. Selama ini saya selalu merasakan pegal mulai dari pinggul sampai telapak kaki terutama setelah jalan-jalan.

1. Apakah pegal yang saya rasakan itu adalah berasal dari adanya urat-urat yang membesar tersebut?

2. Apakah urat-urat yang membesar tersebut disebut varises? Saya sangat takut akan efeknya bila saya hamil nanti, karena saya dengar 30-40% wanita hamil menderita varises.

3. Apakah benar urat yang membesar itu akibat kebiasaan memakai sepatu dengan hak tinggi?

4. Bagaimana cara menyembuhkannya agar urat-urat yang membesar tersebut kembali normal dan tidak tampak lagi?

Penjelasan oleh Dr. Hendro Sudjono Yuwono, dr.Sp.BV, Ka. Sub. Bag. Bedah Vaskuler RS Hasan Sadikin Bandung

KELUHAN urat membesar pada tungkai bawah tersebut adalah keluhan yang lebih sering dijumpai pada wanita, tetapi dapat juga dijumpai pada laki-laki, meskipun lebih jarang. Adapun yang Anda sebut sebagai urat, sebenarnya adalah pembuluh darah vena, yang berfungsi mengembalikan darah dari kaki ke jantung. Maka untuk selanjutnya sebaiknya kita menggunakan istilah vena, dan bila vena tersebut melebar, menonjol, bahkan berkelok-kelok disebut varises. Varises tungkai seringkali ditemukan pula pada anggota keluarga lainnya (adik atau kakak, atau orang tua), walaupun penelitian mengenai latar belakang genetiknya (apakah varises diturunkan atau tidak) masih terbatas. Sesungguhnya varises yang muncul pada tungkai penderita berusia muda (belasan atau 20-an) bukanlah penyakit yang berbahaya, tetapi memang sering menimbulkan masalah kosmetik bagi wanita muda yang biasanya sering memperhatikan tungkainya. Sehingga dapat menimbulkan perasaan tidak pede. Selain masalah kosmetik, dapat dijumpai keluhan seperti pegal-pegal pada sekujur tungkai terutama di bagian bawah tungkai di daerah otot kaki dan betis, rasa berat dan bengkak, kram otot-otot jari atau otot betis, rasa lelah, bahkan dapat pula menimbulkan rasa nyeri. Keluhan-keluhan tersebut biasanya dirasakan setelah kegiatan jalan-jalan atau banyak melakukan kegiatan sambil berdiri. Keluhan-keluhan tersebut dapat segera berkurang atau menghilang setelah istirahat dengan berbaring beberapa menit, terutama setelah kedua tungkai diangkat lebih tinggi dari posisi jantung. Keluhan-keluhan yang telah disebutkan tadi muncul akibat aliran darah pada vena-vena tersebut menjadi tidak lancar karena pembuluh vena yang ukurannya membesar (melebar) dan berkelok-kelok. Pembuluh vena mengalirkan darah dari kaki menuju jantung dengan melawan pengaruh gravitasi (gaya berat atau gaya tarik bumi). Untuk memperlancar aliran tersebut maka pada pembuluh vena terdapat banyak katup-katup yang menjaga agar darah yang telah naik tidak kembali turun, sehingga aliran darah vena dapat mengalir teratur menuju jantung. Tetapi seringkali pada penderita varises mengalami kelemahan dinding pembuluh sehingga katup-katup menjadi tidak berfungsi, akibatnya aliran darah tidak lancar.

Varises tungkai lebih banyak dijumpai pada wanita yang mempunyai anak banyak. Kehamilan bukanlah penyebab dari timbulnya varises untuk pertama kali, tetapi kehamilan dapat menimbulkan varises yang lebih banyak, yaitu pada wanita-wanita yang sebelum kehamilannya, disadari atau tidak, sudah memiliki varises tungkai. Bila frekuensi kehamilan lebih dari dua kali, biasanya varises tungkai akan lebih banyak dibandingkan wanita yang hamil hanya dua kali saja.

Masih belum jelas diketahui mengenai alasannya mengapa kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya varises tungkai. Tetapi pada kehamilan akan terdapat pengaruh hormon yang dapat menimbulkan kelemahan dinding vena yang dapat menimbulkan pelebaran vena. Atau jumlah volume darah yang memang bertambah pada saat kehamilan merupakan beban bagi pembuluh vena, sehingga dapat terjadi pelebaran pada pembuluh vena tingkat. Tetapi pembesaran rahim pada kehamilan tidak merupakan penyebab terjadinya varises, karena varises pada kehamilan kebanyakan muncul sejak 3 bulan pertama. Karena itu sering ditemukan varises tungkai pada waktu kehamilan pertama dan yang kedua kalinya, tetapi setelah melahirkan varises tersebut akan berkurang sendiri. Tetapi pada kehamilan yang ketiga kalinya atau lebih, varises yang sudah timbul selama kehamilan sering tidak berkurang setelah melahirkan.

Penggunaan sepatu hak tinggi akan lebih melelahkan si pemakainya, sehingga akan menambah berat keluhannya dibandingkan dengan yang tidak memakai hak tinggi. Karena itu dianjurkan terutama bagi penderita varises untuk tidak memakai sepatu hak tinggi.

Pengobatan varises tungkai dapat diberikan oleh dokter, yaitu dengan menasihatkan penderitanya untuk memakai stoking khusus varises. Stoking khusus harus dikenakan setiap hari secara teratur, dengan demikian keluhan-keluhan akan teredam atau berkurang selama memakai stoking, walaupun setelah stoking dilepaskan (dilepaskan bila mandi, ambil air wudu, tidur) varises tetap ada. Selain penggunaan stoking, biasanya diperlukan obat tertentu (obat tersebut berasal dari tanaman obat dan telah diteliti keberhasilannya dalam mengurangi keluhan varises tungkai) yang harus diminum secara teratur setiap hari untuk mengurangi keluhan pegal, nyeri dan keluhan lainnya. Bila varises tersebut akan dihilangkan, dokter dapat melakukan penyuntikan cairan khusus ke dalam vena yang mengalami varises, cara pengobatan ini disebut skleroterapi. Cara pengobatan skleroterapi ini biasanya sudah cukup untuk menghilangkan varises tungkai, sehingga tidak tampak lagi, atau mengecilkan pelebaran vena yang mengalami varises, tanpa perlu menjalani operasi pengangkatan varises. Jenis makanan sehari-hari yang cukup berserat (nabati) sangat penting diperhatikan, karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang tak berserat (hewani) dapat menimbulkan kesulitan buang air besar (konstipasi). Kebiasaan mengejan berlebihan pada waktu buang air besar dapat mengganggu aliran darah vena tungkai, yang lama kelamaan dapat menimbulkan pelebaran vena. Selain mengandung banyak nutrisi yang mampu memperkuat dinding vena dan dapat mencegah perkembangan varises, sayuran dan buah-buahan segar juga mengurangi keluhan-keluhan akibat varises.sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/07/hikmah/kesehatan.htm

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: