ETIKET JAMUAN MAKAN INTERNASIONAL

ETIKET JAMUAN MAKAN INTERNASIONAL
Sebuah Tuntutan Zaman Yang Sedikit Merepotkan
Apapun profesi anda pasti pernah menghadiri
acara jamuan makan, baik yang diadakan di rumah,
restaurant, cafe, maupun hotel berbintang. Ada
sebagian orang masih merasa canggung atau nervous
melihat perlengkapan makan yang begitu banyak dan
beragam di saat jamuan. Saya punya sepenggal cerita
tentang seputar dunia perut ini; Pada suatu saat,
seorang pengusaha dari daerah menghadiri jamuan makan
malam di hotel berbintang lima, karena undangan untuk
dua orang, istrinya di ajak serta menghadiri jamuan.
Singkat cerita, hidangan cold appetizer (pembuka
dingin) di sajikan. Sepiring selada udang dengan
thousand island sauce. Karena tidak biasa menghadiri
jamuan, si istri dengan santainya menyantap salad
dengan garpu ditangan kiri dan sendok sup di tangan
kanan. Untungnya suaminya tau, setengah berbisik
suaminya berkata “Mah…sendoknya salah, ganti sama
pisau” dan si siistri-pun tersipu malu dibuatnya.
Saya percaya ilustrasi di atas tidak akan
terjadi pada anda, apalagi setelah membaca artikel
ini. Rasa percaya diri bertambah, tidak canggung,
makan dengan mantap dan terlihat elegant di saat
jamuan makan.
AWAL DARI SEBUAH JAMUAN
Undangan jamuan makan biasanya datang satu
minggu sebelum hari “H”, pada bagian bawah kiri
undangan seringkali seringkali tertulis kalimat
R.S.V.P (Respondez S’il Vous Plait). Maksudnya anda
diminta memberikan jawaban atau kepastian kedatangan .
Konfirmasikan kedatanngan via telepon atau bicara
langsung. Ini penting dilakukan karena berguna bagi si
penyelenggara acara, baik untuk pemesanan tempat
maupun order menu hidangan.
Ketika hari acara tiba, usahakan jangan datang
terlambat sehingga membuat anda merasa canggung saat
memasuki ruangan. Datanglah 10-15 menit sebelum acara
perjamuan dimulai, datang lebih awal membuat perasaan
anda lebih nyaman, mengenal situasi dan mempunyai
waktu untuk beramah tamah dengan tuan rumah maupun
tamu-tamu yang lain.
Seringkali di dalam undangan juga disebutkan
pakaian yang harus dikenakan sesuai tema acara.
Pakailah busana sesuai ketentuan, jangan sampai anda
satui-satunya yang berbusana kebaya tradisional
diantara tamu-tamu berpakaian casual. Atau anda
berdandan tebal dengan sepatu hak tinggi, sementara
temanya pesta kebun dengan hidangan serba panggang
(barbeque). Tentu saja anda akan sulit melangkah
karena hak sepatu menancap di tanah dan make up anda
menjadi luntur karena asap dan udara panas.
Pada pesta-pesta gala dinner, sebelum acara
makan di lakukan biasanya ada pre-dinner. Sambil
menunggu VIP guest, tamu-tamu sambil berdiri
menikmati snack dan minuman ringan. Hidangannya
berupa kue-kue kecil atau aneka keripik (chips).
Minuman apperitif seperti cocktail, fruit punch,
juice dan minuman beralkohol ringan turut serta
disajikan. Ambilah minuman dan kue yang anda suka dan
jangan sungkan makan sambil berdiri dan
bercakap-cakap. Diusahakan percakapan yang bersifat
netral, telenovela favorit, hobi dan kabar teman
maupun keluarga bisa dijadikan topik pembicaraan.
Sebaiknya obrolan dilakukan berkelompok, gunakan nada
suara sedang dan selingi dengan joke ringan agar
suasana lebih akrab dan hidup.
DI SAAT JAMUAN MAKAN
Jamuan makan yang dilakukan di hotel maupun
restauran dengan jumlah tamu yang banyak, seringkali
menggunakan buffet service (prasmanan). Aturan
mainnya, tamu melakukan self service. Mulai dari
hidangan pembuka (appetizer) sampai penutup (dessert)
anda di wajibkan mengambil hidangan sendiri dan
menyantapnya di meja makan yang sudah di set up
piranti makannya. Ada juga yang menggunakan american
service, pelayanannya tamu duduk di meja sedangkan
hidangan dikeluarkan secara berurutan oleh waiter/s
Dalam jamuan makan Internasional, meja makan
sudah di set up alat-alat makannya sesuai menu yang
akan di sajikan. Standarnya, didepan anda persis ada
show plate, sebuah piring besar yang tidak digunakan
untuk makan. Fungsi dari show plate hanya sebagai
pemanis meja makan, menempatkan napkin dan sebagai
alas piring saji. Tahap pertama, setelah anda duduk,
buka napkin dan letakan di pangkuan anda. Jika ukuran
napkin terlalu lebar, bukalah separunya saja. Gunakan
alat makan, baik itu garpu, pisau, dan sendok selalu
mulai dari paling luar atau paling jauh dari piring.
Ambil berpasangan kiri dan kanan, kecuali pisau, garpu
atau sendok dessert yang letaknya di atas piring main
course.
Menikmati Hidangan Pembuka (Appetizer)
Sebelum hidangan pembuka di sajikan, pada B&B
Plate(piring roti dan mentega) sudah disajikan roti
dan mentega, biasanya dinner roll atau brioche. Roti
ini disantap sambil menunggu hidangan pembuka tiba
(salad/soup). Jangan menyantapnya dengan pisau dan
garpu. Makan dengan menggunakan tangan, sobek roti
dengan ukuran sekali suap dan olesi dengan butter
(jika tersedia).
Pada jamuan makan lengkap, biasanya appetizer
terdiri dari dua zenis hidangan. Giliran pertama cold
appetizer atau hidangan pembuka dingin. Ragam
makanannya berupa aneka salad, shrim coktail atau cold
canape (sandwich kecil yang disajikan dingin). Cara
makannya dengan menggunakan pisau ditangan kanan dan
garpu di pegang tangan kiri. Perhatikan bentuknya,
pisau dan garpu untuk salad ukurannya lebih kecil
dibandingkan cutelery untuk untuk hidangan utama.
Giliran kedua hot appetizer (pembuka panas),
makanan yang disajikan biasanya aneka jenis soup.
Alat hidang yang digunakan adalah mangkuk kecil dengan
dua telinga dan sendok soup(bertangkai pendek dan
berujung bulat). Cara makannya, hirup soup dari tepi
sendok bukan di suap dari ujung sendok, jika hampir
habis, miringkan cup soup sehingga anda mudah
mengambilnya. Jangan sekali-kali meniup soup yang
disajikan panas, aduk perlahan dan tunggu beberapa
saat sampai panas agak berkurang. Anda diperkenankan
menghirup soup dari mangkok soup, dengan catatan soup
disajikan dengan mangkuk bertelinga (sebaiknya jangan
dilakukan). Setelah selesai, letakan sendok soup di
atas saucer (alas cup soup) agar waiter/s lebih mudah
melakukan clear up.
Menyantap Hidangan Utama (main course)
Hidangan utama biasanya berupa hidangan dari
daging, unggas, sea food maupun telur, baik di baik
dilengkapi saus maupun tidak. Ada kalanya main
course disajikan bersama olahan sayuran dan kentang
sebagai pendamping menu utama. Cara makannya bisa
dilakukan dengan dua cara. Pertama a la Amerika,
makanan dipotong-potong dulu kemudian letakan pisau di
sisi kanan piring, kemudian garpu dipindahkan ke
tangan kanan untuk menyuap makanan. Gaya Eropa lain
lagi, pisau selalu di tangan kanan untuk memotong dan
menikmati hidangan dengan garpu menggunakan tangan
kiri. Peganglah pisau dan garpu seluwes mungkin,
usahakan posisi jari telunjuk tepat di atas punggung
garpu atau pisau, ini memudahkan anda saat memotong
makanan dan kelihatan tidak kaku. Anda boleh
menggunakan satu diantaranya yang lebih mudah.
Hidangan utama biasanya disajikan dengan
minuman penyerta. Makanan dari daging disertai dengan
red whine sedangkan sea food disertai white wine.
Jika anda tidak mengkonsumsi wine, tolak dengan halus
dan katakan minuman pengganti yang anda inginkan.
Dessert, Hidangan Manis Untuk Penutup
Hidangan penutup banyak sekali ragamnya, ada
kalanya disajikan aneka cake, ice cream, pudding,
potongan buah-buahan, shorbet atau punch. Alat hidang
yang digunakan berupa sendok, garpu dan pisau kecil
yang diletakan pada bagian atas piring main course.
Jika dessert berupa minuman yang disajikan dengan
gelas disertai hiasan di atasnya, santap hiasan
terlebih dahulu atau sisihkan sehingga memudahkan anda
di saat menikmatinya.
Digestif Dring, Minuman Penyempurna Jamuan
Sering juga disebut dengan after dinner drink,
minuman ini dinikmati setelah acara jamuan makan
selesai. Fungsi dari sajian digestif drink adalah
untuk membantu mencerna makanan. Sering di sajikan
aneka minuman yang mengandung alkohol seperti, Cohnac,
Brandy, Calvados atau Whiskey. Untuk para wanita
umumnya lebih menyukai Apricot Brandy, Orange Liqueur
atau Benedictine.
Jika anda bukan penikmat wine, mintalah dengan
sopan kepada pelayan untuk diganti dengan juice, soft
drink, kopi maupun teh. Untuk minuman yang disajikan
dengan sendok pengaduk, jangan sampai saat mengaduk
sendok membentur dasar maupun dinding cangkir sehingga
mengeluarkan bunyi. Sedangkan minuman yang di sajikan
dengan gelas berkaki, pegang dengan posisi jari
kelingking, jari manis dan tengah berada dikaki gelas,
sedangkan ibu jari dan jari telunjuk menahan
keseimbangan pada badan gelas. Adakalanya waiter/s
menawarkan tambahan minuman, cara menolaknya cukup
anda menyentuh bibir gelas dengan jari telunjuk dan
katakan terima kasih. Jaga jangan sampai ada noda
lipstick di bibir gelas atau ujung sedotan.
Agar nampak luwes dan elegant di saat jamuan,
jangan malu untuk melatih diri baik di rumah maupun
ikut kursus table maner yang sekarang banyak di
tawarkan. Nampaknya begitu rumit dan terkesan banyak
aturan, namun begitulah adanya. Sebuah etiket jamuan
makan internasional yang sudah menjadi standar global
service di hotel, maupun restaurant. Benar-benar
tuntutan jaman yang sedikit merepotkan!. *Budi Sutomo.
Tabu Dilakukan Selama Jamuan Makan
• Selama jamuan makan berlangsung, jangan duduk
membungkuk atau bersandar malas. Duduklah dengan
tegak dengan jarak badan dengan tepi meja selebar lima
jari. Hindari mengembangkan kedua belah siku dan
meletakannya di atas meja makan.
• Jika jamuan dilakukan di rumah dan anda duduk satu
meja dengan host (tuan rumah), jangan buka napkin
sebelum tuan rumah melakukanya. Serbet makan hanya
digunakan untuk menyeka jari tangan dan bibir. Jangan
sekali-kali menyeka keringat, hidung atau membersihkan
peralatan makan dengan napkin.
• Jangan menyuap makanan dengan porsi yang besar,
apalagi mengunyah dengan berkecap. Kunyah makanan
dengan posisi mulut tertutup dan tanpa kecap.
Berbicara ketika mulut masih penuh makanan juga harus
dihindari.
• Minum dilakukan pada saat mulut tidak terisi
makanan. Teguklah perlahan tanpa mengeluarkan bunyi.
• Jangan berbicara atau mengambil hidangan tanpa
meletakan peralatan makan terlebih dahulu.
• Jika anda melakukan kesalahan, seperti menumpahkan
minuman atau menjatuhkan alat makan. Jangan panik,
segera minta maaf dengan tamu yang diduk disekeliling
kita dan panggil waiter/s untuk membersihkannya.
• Apabila ada hidangan yang disajikan dengan sumpit,
makan dengan agak menunduk agar tidak berjatuhan.
Jangan menusuk makanan dengan sumpit atau
mengembalikan makanan yang telah di ambil.
• Jangan mengambil makanan yang berlebihan sehingga
piring anda terlihat seperti gunung. Ambil seperlunya
dan tambah lagi jika anda menginginkannya.
• Usahakan jangan meninggalkan meja selama jamuan
berlangsung. Jika anda terpaksa harus meninggalkan
ruangan dan akan kembali lagi, mintalah ijin dan
letakan napkin di sandaran atau di dudukan kursi
sebagai tanda anda akan kembali lagi.
• Merokok sebaiknya dilakukan bila semua tamu telah
selesai menyantap hidangan penutup. Biasanya di
lakukan di saat digestif drink pada akhir jamuan.
• Sebisa mungkin jangan menggunakan tusuk gigi di meja
makan, lakukan di toilet. Jika terpaksa dilakukan,
tutup mulut anda dengan napkin atau telapak makan
sebelah kiri.
• Di akhir jamuan, sampaikan sedikit pujian kepada
tuan rumah atau pihak penyelenggara, seperti makananya
lezat atau suasana pestanya meriah. Ucapkan terima
kasih dengan senyuman dan berpamitlah.Budi Sutomo

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: